Tantangan dan peluang pengelolaan buku perpustakaan di era digital memang tidak bisa dianggap enteng. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, perpustakaan dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan mampu memenuhi kebutuhan penggunanya.
Menurut Dr. Muhammad Ridwan, seorang pakar perpustakaan dari Universitas Indonesia, tantangan terbesar dalam pengelolaan buku perpustakaan di era digital adalah meningkatnya preferensi masyarakat untuk membaca buku secara digital. Hal ini menuntut perpustakaan untuk menyediakan koleksi buku digital yang lengkap dan up-to-date.
Namun, di balik tantangan itu juga terdapat peluang yang menarik. Menurut data dari Asosiasi Perpustakaan Indonesia, penggunaan buku digital di perpustakaan telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbuka dengan teknologi digital dalam membaca dan belajar.
Salah satu contoh perpustakaan yang berhasil memanfaatkan peluang tersebut adalah Perpustakaan Nasional RI. Menurut Bapak Ahmad Basuki, Kepala Perpustakaan Nasional RI, pihaknya terus mengembangkan layanan digital seperti e-book dan e-journal untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan di era digital ini.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak perpustakaan di Indonesia yang belum mampu mengelola buku secara digital dengan baik. Menurut Dr. Made Purnama, seorang ahli perpustakaan dari Universitas Gadjah Mada, salah satu tantangan utama adalah kurangnya SDM yang terampil dalam pengelolaan buku digital.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan upaya kolaborasi antara perpustakaan, pemerintah, dan dunia pendidikan. Menurut Prof. Dr. H. M. Nasir, M.Sc., Rektor Universitas Negeri Malang, “Kolaborasi antar lembaga sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan buku perpustakaan di era digital.”
Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan perpustakaan di Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam pengelolaan buku di era digital. Sehingga, perpustakaan tetap menjadi sumber pengetahuan yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.